Progowati ..:Duriyan:..
Progowati

Oleh: Anika Sila Prasetya
Januari 1, 1990

   Hidup ternyata penuh dengan misteri yang sangat membingungkanku. Sebut saja namaku Nick, aku adalah seorang pengusaha transportasi di jogja. Aku telah bertahun-tahun bergelut didunia "rent a car". Baru sekali ini aku mengalami suatu dilema hidup yang telah menjerumuskanku kedalam perasaan hati yang begitu dalam hingga aku menjadi frustasi dan gembira sekaligus. Aku mempunyai klien usaha, dia adalah seorang direktur salah satu usaha perbankan di jogja. suatu hari dia meminjam salah satu armada saya yang dengan istilah perjanjian "rental", dengan persetujuan permohonan sewa selama setengah hari. Akan tetapi setelah mencapai waktu pengembalian ternyata dia tidak menepati janjinya. Berhubung aku udah punya itikat baik ama dia, maka aku bebasin dia untuk memakai armada dari rental saya, dengan landasan pemikiran bahwa dia akan membayarnya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan kemudian waktu terus berlalu, dia tak kunjung datang. Perasaan was-was mulai aku rasakan ketika dia tak pernah mengangkat telponku dan tak pernah menemuii aku lagi. "Aduh hilang nih mobilku" batinku berkata. Kekawatiranku kemudian berkurang ketika suatu saat ada seorang wanita menelponku dan menerangkan keberadaan mobil yang menjadi pikiranku tersebut. Dia mengaku isteri dari orang yang telah meminjam mobilku tersebut. Nama wanita itu adalah Progowati. Ketika aku bertatap muka langsung dengan wanita itu, aku langsung percaya aja semua omongannya. Tapi kepercayaanku ternyata dia sia-siakan. Yang diucapkannya hanya sebuah janji-janji "Nanti ya mas mobilnya segera aku antar kekantor!". Ucapan tersebut dia ucapkan berkali-kali hingga ratusan kali, tapi "nol" kenyataannya. Mobil tak kunjung datang, dan aku ndak tahu lagi kabar suaminya dia. Progowati ternyata adalah seorang pembohong besar dan penipu. dangan berlalunya hari aku menjadi sangat benci dan benci padanya. Hingga suatu ketika kantor yang aku kelola mangalami kegoncangan usaha, dengan akhir aku menutupnya. Aku banyak mengalami guncingan dari teman-teman seprofesi. Kemudian akhirnya aku mencaci "Usahaku hancur gara-gara Wanita itu!!". Dan semua temanku mendengarkannya. Akhirnya kantor aku tutup dan karyawan aku keluarkan semua, dengan sedih aku melangkah pulang. Setelah hari berganti dan berganti aku tenggelam dalam kehancuranku, Progo menelponku, wanita itu berkata "Mas mobilnya silahkan ambil dirumah!! saya tunggu!". Kata-kata itu membangunkanku dari mimpi buruk ini. "Mobilku pulang!!" seruku gembira. Kemudian aku ambil mobil di rumahnya. Dan benar ternyata mobilku dia kembalikan aku gembira sekaligus sedih karena mobil tersebut pulang akan tetapi administrasi belum terlunasi. Dan setelah hari-hari tersebut aku semakin akrap aja dengan Progowati, karena aku tiap hari kerumahnya untuk menagih hutang. Ketemu dan ketemu terus, membuatku menjadi beda ketika melihatnya, "Wanita ini cantik, pintar, dan menyenangkan" gumamku dalam hati. Bola matanya besar tapi berkelopak sipit mirip cina. Aku merasakan ada yang aneh ketika aku dan dia saling berpandang mata. Sepertinya dia mempunyai karisma yang selama ini aku cari dari semua wanita yang aku kenal. Dan dengan bergantinya waktu, hari demi hari aku semakin menyukainya, hingga terbawa oleh mimpi yang menghiasi tidurku. Dan sekarang aku berani berkata pada hatiku yang telah lama aku pungkiri bahwa "Aku mencintaimu, mbak Progo".

Kembali